Senin, 19 Oktober 2009

Di Bawah Pohon Rindang Acces Point


Mencari Signal Accses Point


Udara panas kampung Diklat cukup bersahabat untuk keluyuran di malam hari. Malam hari aktivitas terasa tidak berhenti untuk wisata edukatif di tempat ini. Belasan siswa unggulan yang calon peserta olimpiade science sedang khusyu bermesaraan dengan laptopnya. Tak ada suara gaduh, sesakali hanya terlontar komunikasi yang tak pernah ada canda. Beda lagi dengan beberapa bapak bapak usia dewasa (bilang saja tuwa yahh) sambil menikmati malam asyik bercanda dengan kawan sebaya. Mungkin saja bercerita tentang sekolah, tempat kerja, sertifikasi dan begitulah yang di bincangkan tiada jauh dari soal pekerjaan dan diklat. Tak ada yang merintih kekurangan makan, tak ada yang belum mandi, terasa semua hampir segar bugar. Malam itu di bawah pohon yang rindang, banyak canda dabn tentu banyak sharring ilmu di antara mereka. Apa yang dilakukan ibu ibu? Sebagian masih berkeluyuran kesana kemari sebagian lagi ada yang kerja kelompok sambil Update (istilah bagi yang onlen di pesbuk, bahkan bukan sebagian lagi buaanyaak rek!!). Begitu banyaknya para peserta diklat yang membawa laptop(komputer jingjing) begitu banyak pula para pengakses Accses Point. Di setiap penginapan (baca:hotel) terpasang AP (bukan singkatan Arak Putih tapi Accses Point) banyak pula orang berteduh di bawahnya untuk sekedar mencari Signal Wirelless Koneksi Internet.

Menarik memang, Moooll (Maal) bukan lagi tempat untuk mengakses internet gratis ternyata. Puluhan AP telah membantu para peserta diklat agar bisa mengakses dunia maya. Kampung Diklat nyaris menjadi jendela dunia, kemanapun kami berkeliling Pohon Rindang Accses Point yang kami cari. Bersyukur saya di bekali laptop yang beradab(Satellit L300) dan cepat beradaptasi dengan AP dimanapun saya cari accses point serta merta koneksinya AP bermunculan. Pohon Rindang Accses Point lebih menyejukan bagi para pencari koneksi internet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar